Kontribusi Pendidikan Karakter di Era Digital

Oleh : Herlianti, SPd – Guru IPS SMPN 1 Batulicin

 fkgipsnasional.or.id –Pendidikan adalah proses perubahan tingkah laku, penambahan ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup agar peserta didik menjadi lebih dewasa dalam pemikiran dan sikap. Pendidikan di era digital saat ini sangat pesat, kemajuan dalam bidang teknologi tidak hanya dinikmati oleh orang dewasa saja, anak-anak usia sekolah dasar juga sudah bisa menikmati dari hasil perkembangan teknologi saat ini. Teknologi banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, sebagai sarana dan prasarana interaksi antara pendidik dan peserta didik. Perkembangan teknologi saat ini mempunyai dampak positif dan damapak negatif, sebaiknya dampak positif lebih dominan dimanfaatkan oleh pengguna teknologi.

Pendidikan karakter bertujuan agar peserta didik sebagai penerus bangsa mempunyai akhak dan moral yang baik, untuk menciptakan kehidupan berbangsan yang adil, aman dan makmur. Tujuan Pendidikan dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Dewasa ini pemerintah memperkenalkan program pemerintah yang namanya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), PPK merupakan usaha untuk membudayakan pendidikan karakter di sekolah. Program PPK akan dilaksanakan dengan bertahap dan sesuai kebutuhan. Program PPK bertujuan untuk mendorong pendidikan berkualitas dan bermoral yang merata di seluruh bangsa.

Penanaman dan pengembangan pendidikan karakter di sekolah menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga menjadi kiblat perjalanan dari dalam kandungan sampai tumbuh menjadi dewasa dan berlanjut dikemudian hari. Lingkungan sekolah saat ini memiliki peran sangat besar pembentukan karakter anak.

Peran guru tidak hanya sekedar sebagai pendidik semata, tetapi juga sebagai pendidik karakter, moral dan budaya bagi siswanya. Bagi sebuah bangsa pendidikan karakter merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari membangun jati diri bangsa. Jika karakter generasi bangsa yang buruk, bagaimana nasib bangsa kita kedepannya?

Sayangnya, masih banyak orang yang tidak menyadari akan hal ini. Sedangkan untuk beberapa orang yang menyadari akan pentingnya hal ini, tentu saja mereka sudah melakukan tindakan-tindakan kecil. Tidak dapat dipungkiri bahwa era digital saat ini sangat pesat, namun tidak diimbangi dengan karakter yang baik. Oleh karena itu pentingnya pendidikan karakter di era serba digital seperti sekarang. Dunia digital sudah menjadi bagian dari hidup manusia.

Era modern memacu para pendidik untuk menghasilkan anak-anak bangsa yang sanggup menempatkan diri di tengah deru perubahan yang cepat, pilihan-pilihan jamak dan hidup yang cepat serta penuh tekanan. Lebih dari itu, para pendidik berkewajiban moril untuk mendorong mereka menjadi orangorang yang hidupnya mampu menggali makna dan memiliki akar pada nilai-nilai yang luhur, gambar diri yang kokoh dan ambisi-ambisi yang bermanfaat bagi manusia lain selain diri sendiri. Pendidik harus menghasilkan peserta didik yang mandiri, artinya mampu memilih berdasarkan nilai-nilai, gambar diri yang kokoh dan ambisi yang tepat.

Pendidikan karakter dapat dipahami sebagai upaya penanaman kecerdasan dalam berfikir, penghayatan dalam bentuk sikap dan pengalaman dalam perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai luhur yang menjadi jati dirinya, diwujudkan dalam interaksi dengan Tuhannya, diri sendiri, antar sesama, dan lingkungannya. Dengan kata lain ia mencakup pengembangan substansi proses dan susunan atau lingkungan yang menggugah, mendorong dan memudahkan seseorang untuk mengembangkan kebiasaan baik dalam kehidupannya.

Pendidikan karakter pada tataran implementasi dan tujuan sesungguhnya bukan hal yang mudah. Terlebih pada zaman globalisasi yang juga membawa nilai-nilai parmisif, hedonis dan berbagai nilai-nilai negatif lain dismping nilai positifnya. Tarik menarik anatara nilai-nilai positif dan negatif menjadi hal yang tak terhindari. Hal ini menyebabkan sulitnya pendidikan karakter jika diperankan hanya pada satu mata pelajaran, menjadi kegiatan ekstra kurikuler atau oleh salah stu guru tertentu, kepala sekolah atau konselor. Bahkan pendidikan karakter sulit berhasil jika hanya berharap pada peran pihak sekolah saja. Waktu seorang siswa berada di lingkungan sekolah yang sangat terbatas menjadi tantangan yang berat.

Artinya ada upaya sejak perencanaan hingga evaluasi pembelajaran yang berimplikasi terhadap upaya mengembangkan nilai-nilai karakter. Dengan nemikian usaha pengembangan karakter adalah upaya yang berlangsung secara terus menerus. Di sekolah Karakter usaha ini dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter pada setap mata pelajar, kegiatan ekstra kurikuler, kegiatan tersendiri dan menjadi budaya sekolah. Bahkan ada upaya proaktif sekolah membangun komunikasi agar budaya rumah (pola asuh) dan masyarakat juga disetting untuk mengembangkan karakter.

Related Posts

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.