Menemukan Kekuatan Diri

 Oleh: Sulistyowati – Guru SMPN 1 Pujon Kabupaten Malang

 

fkgipsnasional.or.id – Manusia hidup di dunia tentunya memiliki identitas dan mengetahui siapa dirinya. Hampir tidak ada manusia di dunia ini yang tidak memiliki identitas dan tidak mengetahui siapa dirinya. Meskipun demikian, jarang sekali diantara manusia yang benar-benar mengerti dan mengenal siapa dirinya sebenarnya dan untuk tujuan apa ia hidup di dunia, apakah hanya sebatas untuk makan, minum, tidur, atau mencari uang saja.

Sudahkah Wahai Sahabat Menemukan dan Mengetahui Kekuatan Diri yang Sebenarnya?

Hal paling penting yang dirasakan manfaatnya mengenali diri adalah kita dapat mengetahui apa fokus pengembangan diri kita, karena kita tahu di mana letak potensi dan kekuatan terbesar kita. Dengan begitu, diri kita menjadi lebih cepat berkembang. Seseorang yang mengetahui potensi dirinya akan menjadi lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan karena mereka sudah menemukan keunikan dan kekuatan diri mereka.

Hal sebaliknya dialami oleh mereka yang tidak mengetahui apa potensi diri mereka. Mereka akan kebingungan untuk mengembangkan di mereka ke arah mana. Mereka akan banyak menghabiskan waktu untuk mencoba – coba, bahkan tidak jarang ditemukan mereka akan menjalani kehidupan yang tidak sesuai dengan potensi diri mereka yang sebenarnya. Seringkali juga ditemukan seseorang menjadi iri atau minder terhadap kemampuan orang lain. Padahal, jika kita sudah menemukan apa potensi diri kita, rasa minder itu akan hilang dengan sendirinya.

Salah satu cara mengenal potensi diri kita dengan baik adalah dengan Menemukan dan Mengetahui Kekuatan Diri KitaSudahkah para sahabat menemukan dan mengetahui apa sebenarnya kekuatan yang kita miliki?

Saat para sahabat membaca tulisan saya ini, coba berhenti sejenak lalu siapkan selembar kertas dan alat tulis. Buat sebuah garis vertikal di tengah kertas tersebut sehingga membagi dua bagian, sisi sebelah kiri beri judul ‘Kekurangan Saya’, sisi sebelah kanan diberi judul ‘Kelebihan Saya’.  Kemudian dengan jujur tuliskan sisi kekurangan dan kelebihan kita, lalu kerucutkan yang sudah ditulis pada satu titik kelebihan untuk dijadikan fokus kekuatan diri.

Menjadi Coach untuk Diri Sendiri

Apa yang saya bagikan kepada para sahabat adalah beberapa pertanyaan yang biasa digunakan dalam coaching untuk membantu seseorang menemukan potensi diri mereka. Dengan mengetahui pertanyaan ini, para sahabat bisa menjadi self coach untuk diri kita sendiri. Selanjutnya bisa bertanya dengan  pertanyaan berikut ini ke diri sendiri dan menemukan jawaban yang akurat untuk mengetahui kekuatan diri.

Berikut ini adalah daftar pertanyaan yang bisa dijawab untuk menemukan dan mengetahui kekuatan diri para sahabat:

  1. Hal atau bidang apa di mana saya dapat dengan mudah mengerjakannya?
  2. Apa mata kuliah / pelajaran di mana saya mendapat nilai di atas rata – rata orang pada umumnya?
  3. Apa saja keterampilan yang sudah saya miliki saat ini?
  4. Keterampilan apa yang saya miliki dan tidak/sedikit dimiliki oleh orang lain (langka)?
  5. Hal atau bidang apa di mana kita merasa sudah ‘berpengalaman’ menggelutinya?
  6. Sertifikat keterampilan apa saja yang sudah saya miliki?
  7. Apa keterampilan atau kelebihan yang diakui orang lain terhadap diri kita?

Pertanyaan di atas dapat digunakan untuk mengeksplorasi kekuatan diri dengan lebih dalam, sehingga kekuatan diri bisa segera ditemukan dan diasah hingga menghasilkan banyak prestasi dan karya.

Lalu, bagaimana dengan kelemahan diri? Apakah kita biarkan begitu saja? Jawabannya adalah tidak. Sambil kita fokus mengasah kekuatan diri kita sehingga bisa meraih prestasi, sedikit demi sedikit kita juga berupaya membuat kekuatan diri kita itu menutupi kelemahan yang ada. Misalnya, ada seorang yang memiliki kelemahan untuk bisa berkenalan dengan orang – orang baru. Namun, saat ini dia memiliki kekuatan untuk berbicara di depan umum. Dengan kekuatannya itu, dia memaksa dirinya untuk bersikap ramah dan berani menyapa orang – orang baru yang belum dia kenal. Hal ini dinamakan kekuatan yang menutupi kelemahan diri.

Setelah mengetahui pentingnya mengenal diri sendiri maka seorang muslim selayaknya mentadaburi atau mendalami cara mengenal diri sendiri dalam rangka mengenal Allah SWT dan mengetahui tujuan hidupnya. Adapun cara mengenal diri sendiri dalam Islam bisa dilakukan dengan cara berikut ini

  1. Mengamati diri sendiri

Seorang manusia hendaknya memperhatikan dirinya sendiri dan merenungi tujuan hidupnya dan mengetahui untuk apa ia diciptakan. Dengan mengamati dirinya sendiri seorang manusia bisa merasakan bahwa dalam dirinya ada jiwa yang bernaung dan tubuh adalah tempat dimana jiwa tersebut tinggal. Selayaknya seorang muslim juga bisa memanfaatkan segala anggota tubuhnya untuk melaksanakan kewajibannya kepada Allah SWT.

  1. Mengetahui hakikat penciptaannya

Manusia diciptakan dengan suatu tujuan dan hakikat tujuan penciptaan manusia adalah untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam firman Allah berikut ini

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku (saja)” (QS. Adz-Dzaariyaat: 56).

  1. Bersyukur kepada Allah SWT

Dengan mensyukuri nikmat Allah SWT seorang manusia dapat mengenali dirinya dengan baik dan mengenal Allah SWT. Seseorang yang mensyukuri nikmat Allah tentunya akan senantiasa menyadari bahwa dirinya tidak memiliki apa-apa dan segala yang ia miliki adalah milik Allah SWT.

  1. Mengetahui peran dan kedudukannya

Allah SWT menciptakan manusia dan menjadikannya khalifah di muka bumi. Dengan demikian, seorang manusia yang mengenal dirinya senantiasa mengingat peran dan kedudukannya dimuka bumi sebagai khalifah atau pemimpin setidaknya bagi dirinya sendiri. Dengan mengingat perannya sebagai khalifah maka ia bisa memperlakukan orang lain dan alam sekitarnya dengan baik dan menjaga segala sesuatu sesuai dengan hakikatnya.

Setelah menemukan & mengenal kekuatan diri marilah kita tanamkan, melakukan perbuatan sebaik mungkin maka suatu saat kita akan memperoleh hasil dari apa yang sudah kita perbuat dan menjadi manusia paripurna yang banyak bermanfaat bagi lingkungannya. Ingatlah tidak ada kesempatan datang kedua kali. Sebelum sakit serta menyesal dalam kerugian, selagi Allah SWT memberikan kesempatan, mari kita tabur berbagai benih kebaikan serta terus berkarya yang kelak akan menjadi warisan & prasasti, kala kita sudah tidak lagi berada di dunia ini. Patrikan dalam jiwa untuk selalu meluruskan niat, semua yang kita lakukan hanya untuk Mengabdi di jalan Allah dalam Menggapai RidhoNya Semata. Rahimakumulllah.

DAFTAR PUSTAKA

M.Yusuf dkk, 2003. Kultum Kuliah Tujuh Menit. Jombang: Lintas media

Sulistyowati. 2019. Mengelola Diri Untuk Meraih Sukses. Batu: Beta Aksara.

Sulistyowati.2020.  Indahnya Berkarya Untuk Menginspirasi. Batu: Beta Aksara

Related Posts

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.