REFORMASI ASESMEN DAN KETELADANAN GURU

Oleh

Enang Cuhendi, S.Pd., MM.Pd.

Guru SMPN 3 Limbangan – Ketua PW FKGIPS Jawa Barat-Waketum III PP FKGIPS Nasional

 

Tahun 2021 menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan. Tahun ini pemerintah bermaksud melakukan reformasi di bidang penilaian pendidikan. Kemdikbud RI mencoba menggulirkan model asesmen baru yang disebut Asesmen Nasional (AN) menggantikan model Ujian Nasional (UN) yang sudah lama berjalan dengan segala plus dan minusnya.

Asesmen Nasional awalnya akan dilaksanakan pada sekitar Maret sampai Agustus 2021. Pada 19 Januari 2021 Mendikbud, Nadiem Makarim menyampaikan pengumuman penundaan jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional menjadi bulan September sampai dengan Oktober 2020. Alasannya selain terkait dengan masalah Pandemi Covid-19 juga untuk memastikan agar persiapan logistik, infrastruktur dan protokol kesehatan lebih optimal. Selain itu waktu yang tersisa bisa digunakan untuk menyosialisasikan dan berkoordinasi lebih masif dengan pemerintah daerah mengenai pelaksanaan AN. (www.kemdikbud.go.id)

Asesmen Nasional memiliki perbedaan yang sangat jelas dengan Ujian Nasional. Satu yang terpenting Asesmen Nasional tidak mempengaruhi kelulusan sebagaimana Ujian Nasional, tetapi hanya merupakan upaya untuk memotret secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia. Informasi yang diperoleh dari Asesmen Nasional diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran di satuan pendidikan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar peserta didik. Asesmen Nasional bertujuan untuk mengevaluasi mutu terkait sistem satuan pendidikan, sedangkan Ujian Nasional mengevaluasi capaian peserta didik secara individu. Bila Ujian Nasional dilaksanakan untuk seluruh peserta didik pada tingkat akhir di setiap jenjang pendidikan secara, Asesmen Nasional diterapkan pada beberapa peserta didik yang dipilih secara random dari kelas 5, 8 dan 11.

Lebih lengkap mengenai perbedaan AN dengan UN bisa dilihat dari tabel berikut ini!

Perbandingan Asesewmen Nasional dan Ujian Nasional

Kriteria Pembanding

Asesmen Nasional

Ujian Nasional

Tujuan Pelaksanaan Untuk mengevaluasi mutu terkait sistem satuan pendidikan Untuk mengevaluasi capaian hasil belajar murid secara individu
Jenjang Penilaian SD/MI, SMP/MTs., SMA/MA, SMK, program kesetraan jenjang dasar dan menengah SMP/MTs., SMA/MA dan SMK
Level Siswa V, VIII Dan XI Tiangkat akhir pada tiap jenjang
Subjek Siswa Survei: Siswa dipilih secara acak untuk mengikuti AN Sensus: Semua siswa mengikuti UN
Model Soal PD, PGK, Menjodohkan, Isian Singkat, dan Uraian Pilihan Ganda dan Isian Singkat (Matematika SMA/SMK)
Sasaran Penilaian Kompetensi literasi, numerasi, dan karakter serta kualitas dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran Penguasaan terhadap mata pelajaran
Metode Penilaian Computerized Multi Stage Adaftive Testing (MSAT) Computer based Test (CBT) dan Paper Based Test (PBT)

Sumber: Kemdikbud, 2020.

 

Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu: Asesmen Kompetensi Minimum, Survey Karakter dan Survey Lingkungan Belajar. Asesmen Kompetensi Minimum diikuti oleh siswa dengan tujuan untuk mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Survey Karakter diikuti adalah oleh siswa dan guru untuk mengukur sikap, kebiasaan, nilai nilai (values) sebagai hasil belajar non kognitif. Sedangkan Survey Lingkungan Belajar mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran dengan pesertanya adalah kepala satuan pendidikan.

Satu hal yang perlu digaris bawahi terkait dengan Asesmen Kompetensi Minimum. Merujuk pada penjelasan Kemdikbud (2020) dalam buku AKM dan Implikasinya pada Pembelajaran. AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Dalam AKM ini terdapat dua kompetensi mendasar yang akan diukur, yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Kompetensi yang dinilai dari kedua aspek kompetensi tersebut mencakup keterampilan berpikir logis-sistematis, keterampilan bernalar menggunakan konsep dan pengetahuan yang telah dipelajari, serta keterampilan memilah serta mengolah informasi.

AKM dimaksudkan untuk mengukur kompetensi secara mendalam, tidak sekedar penguasaan konten. Soal-soal yang disajikan dalam AKM terkait dengan masalah-masalah yang beragam konteksdan permasalahan keseharian dalam kehidupan. Masalah-masalah ini diharapkan mampu diselesaikan oleh murid menggunakan kompetensi literasi membaca dan numerasi yang dimilikinya. Konten pada Literasi Membaca menunjukkan jenis teks yang digunakan, dalam hal ini dibedakan dalam dua kelompok yaitu teks informasi dan teks fiksi. Pada Numerasi konten dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu Bilangan, Pengukuran dan Geometri, Data dan Ketidakpastian, serta Aljabar.

Keteladanan Guru

Untuk mencapai hasil AKM yang baik tentunya bukanlah pekerjaan mudah dan bisa dilakukan secara instan. Kalau untuk menyelesaikan Ujian Nasional peserta didik bisa dengan mudah dan instan dengan menempuhnya melalui les tambahan di berbagai tempat bimbingan belajar, tidak demikian dengan AKM. Dalam AKM titik tekannya ada pada literasi membaca dan numerasi. Penguasaan kompetensi literasi dan numerasi tidak bisa diajarkan sesaat dalam bentuk les atau bimbingan belajar, sekalipun di tempat bimbingan berbiaya mahal. Hal ini perlu proses yang lama dan berkelanjutan dalam pembelajaran sehari-hari. Penguasaan literasi dan numerasi merupakan hasil dari sebuah proses panjang yang terjadi dalam proses pembelajaran.

Untuk itu adanya Asesmen Nasional ini menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dan pemangku kepentingan lainnya di sekolah. Sesi AKM seri pertama pada 2021 ini mungkin hasilnya tidak terlalu bisa diharapkan mencapai angka maksimal. Walau begitu dari hasil asesmen 2021 ini guru dituntut bisa memanfaatkan hasilnya yang sudah dilakukan untuk memicu perbaikan kualitas proses pembelajaran berikutnya sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan mutu hasil belajar murid. Dari hasil AKM guru dituntut mampu menerapkan “Teaching at the right level”. Pembelajaran yang dirancang dengan memperhatikan tingkat capaian murid akan memudahkan murid menguasai konten atau kompetensi yang diharapkan pada suatu mata pelajaran.

Perihal sukses literasi tentunya terkait kuat dengan keteladanan guru dan pemangku kepentingan lainnya di sekolah. AKM yang menekankan pada kompetensi literasi dan numerasi ini jangan harap akan sukses tanpa keteladanan semua pihak, terutama guru dan kepala sekolah. Jangan harap siswa memiliki budaya berliterasi yang bagus kalau gurunya sendiri malas membaca. Jangan harap pula pembelajaran akan mengarah pada peningkatan kompetensi literasi dan numerasi apabila guru miskin dengan bacaan. Tentunya juga kreativitas dalam pembelajaran sulit untuk terwujud apabila gurunya sendiri kurang kreatif.

Guru yang literat akan mampu memberi contoh secara nyata kepada peserta didiknya. Kebiasaan guru berliterasi akan menular secara positif kepada peserta didiknya. Demikian pula dengan kualitas. Hanya di tangan guru yang literat dan kreatif proses pembelajaran berkualitas akan terwujud. Sebagaimana disampaikan di atas hanya dengan proses pembelajaran berkualitas yang berkelanjutan target Asesmen Nasional akan dapat tercapai.

Dengan demikian jelas bahwa keteladan memiliki hubungan yang sangat signifikan dengan keberhasilan reformasi penilaian pendidikan ini. Keteladan guru menjadi modal penting untuk mewujudkan suksesnya perbaikan mutu pendidikan melalui Asesmen Nasional. Falsafah pendidikan kita yang disampaikan Ki Hadjar Dewantara, ing ngarso sing tulodo, ing madya mangun karsa, tut wun handayani, tepat kiranya dikedepankan untuk meraih sukses reformasi pendidikan dengan Asesmen Nasional. Marilah menjadi guru yang literat dan kreatif untuk suksesnya Asesmen Nasional!

 

Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Pendidikan Berbasis Literasi Geliat Gemilang edisi No 6 /Tahun 1/2021 Maret, 2021

 

Related Posts

No Content Available
Next Post

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.